Category Archives: Lifestyle

MengHemat Pengeluaran Bulanan

  1. Batasi makan di luar rumah.
  2. Hitung lagi pengeluaran untuk komunikasi.
  3. Kurangi pengeluaran untuk transportasi.
  4. Kurangi pengeluaran untuk majalah.
  5. Downgrade program TV berlangganan.
  6. Kurangi pengeluaran listrik.

    Mencoba laundry lokal atau kiloan.

    Jangan terlambat membayar kartu kredit atau asuransi.
    Jahit baju sendiri.

Advertisements

My phone

W880i si Walkman® Ramping

w880i-kompw880i-google

Kamera terpadu

Kamera digital built-in dengan layar jendela bidik, menu khusus dan interaksi langsung berikut fitur olah-gambar dan olah-pesan dalam telepon. 

Telepon yang lebih lengkap

Dapatkan berbagai hal seru untuk telepon Anda di Sony Ericsson Fun & Downloads - tempat untuk men-download game, nada dering, tema dan banyak lagi.


Desain paling impresif, bahan kulit dari metal, tercatat sebagai ponsel musik tertipis.

– Lengkap, disertai akses 3G (UMTS), memungkinkan memainkan TrackID lebih cepat, juga fasilitas PlayNow.
– Memakai software Walkman Player versi terbaru (2.0).
– Koneksi Bluetooth menggenapi kemampuan hubungan nirkabel A2DP.


Helm

Helm

Ada empat jenis helm yang kini banyak digunakan, yaitu full-face, tiga per empat/ half face, dan kombinasi full n half face, serta helm cetok.

Full-face adalah jenis helm yang melindungi seluruh bagian kepala mulai dari ujung sampai ke pangkal leher. Kaca helm yang dapat dibuka dan ditutup memungkinkan mata pengendara terhindar dari debu dan air hujan sehingga kedua hal tersebut relatif tidak mengganggu pandangan saat berkendara.

Tak heran dengan bentuknya ini, full-face dinilai sebagai helm yang paling aman untuk digunakan. Kekurangan dari helm jenis ini adalah bobotnya yang relatif lebih berat dan harus menahan tekanan angin yang lebih besar ketimbang jenis yang lain sehingga membuat leher relatif lebih cepat lelah. Belum lagi panas yang timbul saat digunakan mengingat helm ini sangatlah tertutup. Namun, kini juga banyak ditemui helm full-face yang memiliki ventilasi di beberapa bagian sehingga hawa panas dalam helm dapat dikurangi.

Bentuk lain dari jenis ini adalah racing helmet yang diperuntukkan bagi pengendara motor trail (dirt biking) dengan bobot yang lebih ringan tapi tanpa kaca helm karena fungsi tersebut digantikan oleh goggles.

Jenis helm kedua adalah half face/tiga per empat yang bentuknya hampir sama dengan full-face tapi tidak menutup bagian rahang. Helm yang kerap digunakan oleh polisi ini memungkinkan para penggunanya untuk berkomunikasi tanpa ada halangan sama sekali. Selain itu helm tiga per empat relatif lebih mudah dan cepat untuk dikenakan/dilepas, tapi meski demikian helm jenis ini pun dinilai sanggup memberi perlindungan yang cukup bagi pengendara motor.

Jenis ketiga adalah kombinasi antara full face dan half face. Model helm yang muncul dalam beberapa tahun belakangan ini adalah bentuk kombinasi yang dianggap mampu mengurangi kekurangan dari kedua jenis di atas. Dengan helm jenis ini, pengendara dapat mengangkat bagian “rahang” helm, hingga bentuknya menjadi tiga perempat. Sementara, saat dibutuhkan, helm ini dapat menutupi seluruh bagian kepala seperti helm full face.

Jenis yang terakhir adalah helm cetok. Jenis yang terakhir ini adalah yang paling minim memberi keamanan bagi pengendara/penumpang karena hanya menutup bagian atas kepala sampai sebatas kuping. Pandangan ke jalan yang lebih leluasa dan minimnya tekanan angin yang menerpa menjadi kelebihan dari helm ini. Namun helm ini tidak disarankan untuk dipakai  dalam berkendaraan. Tingkat pengamanan yang minim tak akan memberikan pengamanan maksimal terhadap kepala. (GLO) kompas.


***MELAMPAUI SUKA DAN DUKA***

Kalau sejarah manusia, dibentangkan dalam kurun waktu
yang panjang dan lama, bisa jadi kebanyakan ditandai
oleh siklus menaik dan menurun. Dalam spekulasi
fikiran saya, mungkin tidak ada sejarah yang tidak
ditandai siklus naik turun.

Coba perhatikan, kebanyakan manusia lahir sebagai
anak-anak lengkap dengan sifat kekanak-kanakannya.
Kemudian tumbuh dewasa – sebagian malah amat berkuasa,
namun bagaimanapun hebat kekuasaannya, toh harus
melewati masa-masa senja yang kekanan-kanakan lagi.

Demikian juga kisah banyak bangsa. Jepang, sebagai
contoh, runtuh oleh kekalahan perang, kemudian
pelan-pelan bangkit sebagai perekonomian yang
berbasiskan barang murah dan kualitas rendah.
Sekarang, sebagaimana kita tahu bersama, ia menjadi
kekuatan ekonomi yang menentukan.

Di tengah-tengah sejarah yang by nature ditandai oleh
siklus naik turun ini, kebanyakan orang hanya menjadi
‘korban tidak berdaya’. Tatkala sejarah bergerak naik,
tawa, bahagia yang kerap disertai kesombongan dan
kecongkakanlah sahabatnya. Ketika sejarah bergerak
turun, kesedihan dan air mata bergelimang di
mana-mana. Jarang bahkan teramat jarang terjadi, ada
manusia yang berhasil keluar dari perangkap naik turun
ini.

Ini yang bisa menjelaskan, kenapa banyak bintang
film/sinetron demikian cantik dan bersinar ketika
masih jaya. Namun, jangankan kecantikan, yang lebih
dalam dari penampilan fisikpun ikut pudar bersama
ketidakterkenalannya. Atau, mereka yang demikian cepat
meninggal ketika memasuki usia pensiun. Intinya cuma
satu, ketika kehidupan bergerak naik, jarang ada orang
yang sudah mempersiapkan diri – terutama secara
kejiwaan – bahwa cepat atau lambat sang kehidupan
pasti bergerak turun.

Dari seluruh ilustrasi ini, tampak jelas bahwa betapa
lama kita manusia membiarkan diri menjadi korban tidak
berdaya dari siklus suka dan duka. Hampir semua energi
kita terkuras habis untuk naik turun bersama siklus
tadi. Tidak sedikit persoalan manusia, justru berakar
dari sini : hanya siap ketika naik, tidak siap tatkala
turun.

Tidak hanya Anda, sebagai manusia biasa saya pun masih
‘dipermainkan’ oleh siklus tadi – kendati lewat
meningkatnya kedewasaan dampak negatifnya semakin
berkurang dan berkurang. Ada semacam kemanjaan untuk
hanya menerima pujian, dan menolak kritikan orang
lain. Ada sejenis kemaruk untuk hanya menerima
kesenangan, dan menolak kesedihan. Ada dorongan dari
dalam, agar keluarga menerima segala kelemahan saya,
dan tidak siap menghadapi kenyataan bahwa ada segi
hidup saya yang ditolak mereka.

Setelah lama dibuat amat lelah dengan siklus naik
turun ini, saya sedang mempelajari hidup yang melampui
suka dan duka. Banyak rekan yang ragu, kalau saya bisa
melakukannya. Belum sepenuhnya berhasil memang –
karena kadang masih dipermainkan siklus tadi, namun
ada banyak sekali yang berubah dalam kehidupan saya,
setelah jalan melampaui suka dan duka mulai ditempuh.
Dengan niat hanya untuk berbagi – tidak ada niat lain,
dan bahkan kalau ada yang mau melengkapi it’s more
than welcome – izinkan saya berbagi cerita bagaimana
jalan melampaui suka dan duka saya buka dan jalani.

Pertama, penting sekali menyadari secara amat dalam,
kalau suka dan duka itu pasti – sekali lagi pasti –
datang silih berganti. Hanya persoalan waktu saja.
Ketika Anda berpelukan dengan rasa suka, sadari dan
ingatkan diri kalau dia akan diganti duka. Demikian
juga sebaliknya. Tidak ada satupun mahluk Tuhan yang
bisa membantahnya. Dengan kesadaran dan kesiapan
seperti ini, pengaruh siklus suka-duka bisa dikurangi
dalam kadar yang cukup menentukan. Di tingkatan yang
lebih tinggi, belajarlah untuk berpelukan sama
mesranya, antara berpelukan dengan suka maupun duka.

Kedua, meminjam logika dalam Roots of Wisdom yang
ditulis Hong Yingming, manusia hidup seperti pemain
teater. Ketika berpentas, aktor memiliki martabat dan
rasa bangga – lebih-lebih kalau dia dipuja. Aktingnya
mungkin bagus. Namun, ketika pertunjukan selesai, ia
hanyalah orang biasa. Demikian juga kehidupan setiap
orang. Berawal dari orang biasa dan berakhir sebagai
orang biasa. Dengan menyadari akar dalam bentuk orang
biasa, sehebat apapun siklus suka-duka, dia tidak akan
bisa menghempaskan kita. Sebab, bagaimana bisa
terhempas, kalau setiap saat kita mengingatkan diri
akan asal muasal kita sebagai orang biasa.

Ketiga, baik suka dan duka sebenarnya tidak ada pada
jabatan, uang maupun kejadian. Semuanya adalah hasil
produksi fikiran. Fikiranlah yang membuatnya demikian.
Nah, melampaui suka-duka berarti melampaui fikiran.
Ada banyak rekan yang tidak percaya kalau fikiran bisa
dilampaui. Seolah-olah, tidak ada dunia di luar
fikiran. Dalam kesederhanaan ingin saya bertutur ke
Anda, dengan mendalami bahwa ada suka dalam duka, dan
ada duka dalam setiap suka, maka kita sudah membuat
langkah pertama menuju melampaui sang fikiran.

Kalau kehidupan diibaratkan dengan perjalanan. Dalam
kehidupan yang telah melampaui fikiran, di mana-mana
tersedia ‘petunjuk jalan’. Pada banyak kejadian
terbukti, ada saja kekuatan yang membuat kehidupan
mengalir tanpa paksaan. Ada memang orang yang menyebut
kehidupan seperti ini seperti kaos kaki (baca : selalu
diinjak). Ada juga orang yang bahkan menyebut
kehidupan seperti ini dengan kehidupan yang
tercerahkan. Saya sendiri kurang menyukai sebutan,
karena dia juga output fikiran.
(www.detik.com)


Kiat Sukses

TUJUH KIAT SUKSES

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun
telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang
kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.
Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40
tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba
ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa
mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang
masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga
pasar modal.

Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk
menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan
mereka dalam meraih sukses:

1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya
untuk mencapai target, melakukan penghematan,
membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit
mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan
zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang
mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah
melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih
pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha
kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko
moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih
sukses.

2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa
mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang
sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan
penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai
keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa
keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan
lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan
menghasilkan kompensasi bagi mereka.

3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka
lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai
kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka
dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka
menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah
di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.

4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka
menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai
di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut
hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di
ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku,
surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet
merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah
mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan
Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda
tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang
dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal
lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan
bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada
diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana
mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau
mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat
bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan
pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak
sejarah dalam kehidupan mereka.

6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi
diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik
dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan
beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda.
Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri
dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada
kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi
perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya
bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai
untuk mencapai profesi itu.

7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan
setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif
dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu
lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis.
Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam
mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk
mencapai sukses.

Rasanya, Anda bisa juga mencoba. Siapa tahu Anda pun
mampu mengikuti jejak mereka.
Sumber:http://www.indomedia.com


Maylaffayza, Antara Blog, Biola dan Bercinta

Maylaffayza (maylaffayza.multiply.com)

Nge-blog ternyata bisa untuk melatih kepribadian diri agar lebih matang. Demikian setidaknya yang dirasakan oleh pemain biola handal Indonesia, Maylaffayza, setelah dirinya cukup lama berkutat dengan dunia blog.

Dengan rajin mengasuh blog personal, wanita berparas cantik yang menyandang nama lengkap Maylaffayza Permata Fitri Wiguna tersebut menyatakan kian terlatih menyampaikan pendapatnya kepada publik

“Dengan nge-blog, kita bisa belajar bagaimana meyakinkan orang lain,” ujar wanita kelahiran Juli 1976 tersebut kepada wartawan, disela-sela acara Pesta Blogger 2007 (PB2007) di Jakarta, (27/10/2007). Bahkan kesabaran pun bisa terlatih saat menjawab komentar yang masuk di blognya yang beralamat di http://maylaffayza.multiply.com.

“Komentar yang masuk terkadang ada yang suka bikin kaget, karena isinya macam-macam. Tetapi lama kelamaan saya justru belajar bagaimana bisa menanggapi komentar tersebut (dengan baik),” ujarnya. Ditambahkan pula, sesibuk apapun dirinya, untuk urusan nge-blog dan menjawab komentar yang masuk, dia akan meluangkan waktu khusus.

“Saya tidak mau membiasakan diri meminta tolong asisten untuk mengisi blog saya atau menjawab komentar yang masuk,” ujarnya. Ya tentu saja, karena blog juga bisa menjadi ajang promosi atas hasil karya dan pencapaian artis musik yang belajar biola sejak masih usia 9 tahun tersebut.

Bahkan blog juga menjadi curahan hati atas hasrat dan kecintaannya dalam bermain biola. Seperti ditulisnya, “I Play My Violin Like I Make Love”.

dari Ardhi Suryadhi – detikinet

Kredit foto cover dan foto dalam berita: http://maylaffayza.multiply.com


Kencan Murah, Oke Juga!!!!!!

Tanggal tua bukan berarti tidak bisa menikmati weekend dengan orang yang Anda sayang. Kencan tidak harus selalu membuat dompet menipis. Ada tips untuk merangcang kencan murah tapi tetap romantis, Ini dia!

1. Hindari tempat-tempat perbelanjaan seperti pusat perbelanjaan atau mall. Selain biaya makan yang cukup mahal, Anda juga dapat terhindar dari pengeluaran mendadak, seperti tergoda dengan sepatu atau baju keluaran terbaru.

2. Nonton bioskop terlalu mahal? Coba deh kumpulkan koleksi DVD Anda. Pilih film-film romantis dan tonton bersama kekasih. Mau cemilan, buat saja popcorn atau roti bakar hasil kreasi Anda. Pasti suasananya tak kalah romantis dengan nonton di bioskop.

3. Mau ganti suasana? Coba deh kencan klasik seperti berpiknik. Cari taman yang bagus dan pemandangannya indah, lalu bawa keranjang makanan yang Anda buat sendiri. Selain murah meriah, piknik juga dapat meredakan stres Anda dengan melihat pemandangan dan tanaman yang hijau.

4. Main game juga dapat menjadi alternatif Anda menghabiskan weekend dengan kekasih. Mau lebih seru, ajak seluruh keluarga untuk ikut berkompetisi dengan Anda dan kekasih. Seperti main videogame, kartu, monopoli atau permainan yang lain. Selain menyenangkan, hal ini dapat membuat kekasih lebih dekat dengan keluarga Anda atau sebaliknya. Dan yang pasti tidak perlu biaya yang banyak.

5. Berolahraga juga bisa jadi ajang kencan murah dan romantis. Ajak kekasih untuk berolah raga, tidak perlu ke tempat gym atau kolam berenang yang mahal. Cukup bangun pagi lalu ajak kekasih lari pagi keliling kompleks. Selain murah, badan Anda berdua menjadi lebih sehat.

Selamat mencoba!
disunting dari Amelia Ayu Kinanti – detikHot