Category Archives: Tips

Fungsi Cuka (slain untuk makanan)

1. Shower Mampet

Air yang mengandung besi, tanah, atau pasir halus bisa menjadi biang keladinya. Untuk mengatasinya, siapkan 1 liter air panas, kemudian tuangkan satu cangkir cuka makan dan aduk. Rendam kepala shower dalam larutan tadi selama 10 menit. Angkat, lalu bersihkan. Teratasi sudah masalah shower mampet.

2. Blender Kotor

Penggunaan blender biasanya meninggalkan noda. Terkadang noda tersebut sulit dihilangkan. Jika itu terjadi, gunakan campuran air, sabun cuci piring, dan cuka. Tuang campuran itu ke dalam blender dan nyalakan blender selama 30 detik. Buang campuran air tadi dan bilas dengan air hangat.

3. Lantai Kusam

Lantai keramik yang berusia lebih dari lima tahun biasanya berubah menjadi kotor dan kusam. Untuk membersihkannya, tuangkan cuka ke permukaan lantai. Diamkan selama lima menit. Kemudian bersihkan dengan kain pel hingga bersih. Pel sekali lagi dengan air untuk menghilangkan bau cuka.

4. Karat pada Logam

Untuk menghilangkan karat, siapkan satu sendok makan cuka dicampur satu sendok teh garam. Gosokkan campuran tersebut ke bagian perkakas logam yang berkarat. Setelah karat hilang, bersihkan dengan air dan keringkan.

5. Guci Pecah

Guci pecah pun bukan lagi masalah. Buat campuran dari satu bungkus agar-agar, satu sendok cuka, aduk hingga mengental. Gunakan campuran adonan tadi sebagai lem. Rekatkan setiap bagian pecahan guci. Setelah itu jemur hingga adonan lem kering. Guci pun kembali utuh.

6. Sisa Minyak

Agar noda minyak di panci gampang dibersihkan, tuangkan cuka ke dalam 2 liter air. Celupkan panci berminyak ke dalamnya. Noda minyak akan luntur dan setelah itu bilas panci dengan air bersih.

7. Kerak Botol

Kerak pada botol bisa dibereskan dengan cuka. Masukkan air sabun ke dalam botol. Tambahkan satu sendok makan abu gosok dan satu sendok makan cuka. Biarkan selama 10 menit. Kemudian kocok-kocok dan sikat bagian dalam botol. Kerak dalam botol pun hilang.

http://kompas.com/read/xml/2008/09/15/11065826/tujuh.kesaktian.cuka

HATi-HATi dengan CERMIN 2 ARAH !

BAGAIMANA MENDETEKSI CERMIN 2 ARAH ?

Ke tika kita masuk ke toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian, dan lain-lain, seberapa besar anda yakin bahwa cermin yang menggantung di dinding dan kelihatannya seperti cermin biasa itu memang benar-benar cermin biasa, atau sebenarnya itu adalah cermin dua arah (orang di belakang cermin bisa melihat anda, sementara anda tidak dapat melihat mereka).
Banyak kasus dimana orang memasang cermin 2 arah di dalam ruang ganti pakaian wanita, namun tidak menutup kemungkinan juga di ruang ganti pria. Adalah sangat sulit untuk secara jelas mengindentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja.
Saatnyalah kita untuk berhati-hati. Lalu, bagaimana kita dapat menentukan dengan pasti apakah cermin tersebut adalah cermin biasa atau cermin 2 arah ?.
Kalau di kantor polisi, apalagi di ruang interogasi , sudah bisa dipas tika n cerminnya 2 arah tapi untuk di Public Area do this thing:

LAKUKANLAH TES SEDERHANA (TEST KUKU JARI)

Letakkan ujung kuku anda di atas permukaan cermin.
Jika ada jarak (gap)antara kuku anda dan bayangan kuku anda di cermin, bisa dikatakan bahwa cermin itu adalah cermin biasa (aman). Tetapi, jika kuku anda langsung menyentuh bayangan kuku anda di cermin, hati-hatilah, karena benda itu adalah cermin 2 arah ! Karena itu ingatlah selalu, setiap kali anda melihat cermin di tempat-tempat umum seperti disebutkan di atas, lakukanlah “TEST KUKU JARI”. Tidak perlu membayar.
Mudah dilakukan, dan ini mungkin bisa menyelamatkan anda dari “Pembuat dosa VISUAL” dan Aib.


==Awa$ Penyadapan di ATM==

Bagi anda yang sering melakukan transaksi keuangan via ATM, mulai sekarang berhati-hatilah. Direktur Teknik Informatika Bank Indonesia, Iwan Setyawan, mengatakan konsumen harus mewaspadai adanya aksesori di mesin ATM, karena dikuatirkan benda tambahan itu adalah alat yang digunakan pembajak untuk menduplikasi PIN kartu ATM.

Alat yang sengaja ditempel pembajak tanpa sepengetahuan pihak bank itu biasanya berupa pita hitam dan lempengan yang tertempel pada tempat memasukkan kartu. “Alat itu akan merekam PIN yang diketik nasabah” katanya. Pita hitam juga menyebabkan kartu yang sudah masuk tidak bisa keluar lagi.

Setelah nasabah meninggalkan kartu yang terjebak dalam mesin ATM, maka si penjahat dapat menggunakan kartu tersebut, termasuk mengambil uang tunai milik korban.

Sementara itu, lempengan atau yang dikenal dengan skimmer akan merekam semua data yang tercatat dalam garis hitam di bagian belakang kartu ATM, termasuk nomor PIN rahasia anda.

Dengan rekaman itu, si pembajak bisa membuat kartu baru dengan data nasabah yang telah ia curi. Pembajak pun akan leluasa menikmati fasilitas yang dimiliki oleh orang yang ia perdayai.
Iwan juga mengingatkan agar nasabah berhati-hati dengan benda lain yang melekat di sekitar ATM. “Hati-hati dengan kamera wireless. Ada juga benda seperti pembuka kunci ruangan ATM” katanya.

Kamera bisa ditempel dimana pun. Kamera itu akan merekam nomor PIN kartu ATM korban. “Makanya disarankan, ketika anda mengetik nomor PIN, tutupi dengan tangan yang satu lagi, biar tidak terekam oleh kamera atau pun orang yang mengintip”.

Saran/tips:

1. Teliti baik-baik saat anda memasukkan kartu ATM.
2. Lihat apakah ada pita hitam dan lempengan yang tertempel pada tempat memasukkan kartu.
3. Perhatikan apakah ada kamera wireless.
4. Saat mengetik nomor PIN, halangi dengan tangan yang satunya lagi.


Tips Mengatasi B@u Mulut selama SauM

Sebagian orang biasanya menyempatkan diri untuk tidur beberapa saat sehabis sahur dan salat Subuh, sebelum berangkat kerja. Namun, hal ini kerap menimbulkan masalah ketika bangun. Banyak orang yang ragu-ragu untuk menyikat gigi mengingat masih dalam kondisi berpuasa. Mereka beranggapan bahwa menyikat gigi itu makruh.

”Kalau menurut saya, tetap saya sarankan untuk menyikat gigi bila tidur lagi setelah sahur. Karena seberapa lama pun kita tidur, proses pembusukan dalam gigi tetap berlangsung dan itu menimbulkan bau mulut,” kata Hariani.

Bakteri di dalam gigi sebenarnya terus melakukan proses pembusukan, terutama setelah makan dan kondisi tubuh tidak aktif atau tidur. Menyikat gigi sebelum tidur tidak menjamin sisa-sisa makanan yang ada di dalam gigi terbuang semuanya. Makanan yang tersisa inilah yang menjadi sumber makanan dari bakteri dalam gigi sehingga berpotensi menimbulkan bau.

Tetapi, tingkat bau mulut seseorang tergantung dari kualitas mereka membersihkan gigi. Juga kondisi kesehatan seseorang. Orang yang menderita diabetes, misalnya, mulutnya akan tetap bau. Begitu juga yang menderita maag, bau mulut cepat keluar karena sensasi asam lambung yang cepat.

Untuk menjaga agar mulut tetap segar saat puasa dan tidak menimbulkan bau yang berlebih, makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya makanan yang tidak berpotensi tinggi menimbulkan bau, seperti pete atau goreng-gorengan. Makanan yang disarankan untuk sahur yaitu makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.

Bau mulut saat puasa terjadi karena kekeringan pada mulut akibat kurangnya cairan (saliva atau air ludah). Karena saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncul bau mulut. Bagaimana mencegahnya? Berikut tips mengatasi bau mulut selama puasa:

1. Hindari makanan yang berpotensi menimbulkan bau seperti bawang merah, bawang putih, petai, jengkol, durian, ikan, daging, juga berbagai produk susu.
2. Kurangi jumlah rokok yang diisap
3. Gosok gigi setelah sahur, berbuka puasa dan mau tidur. Gosok dengan cara yang benar agar gigi dan rongga mulut bersih dan tidak tersisa makanan
4. Untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi, gunakan benang gigi
5. Perbanyak konsumsi buah dan sayur
6. Kurangi konsumsi minuman berkafein
7. Bila menggunakan obat kumur, jangan berlebih karena akan menghilangkan kondisi flora normal yang dibutuhkan gigi.

Sumber: www.kompas.com